Mau Masak Jam Berapa Hayo?

Tampilkan postingan dengan label tips dapur. coretan dapur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips dapur. coretan dapur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Januari 2017

Menghemat Waktu Berbelanja

Bismillahirrahmaanirrahiim

gambar dari surabayaonline.com
Saya pernah melihat sebuah meme yang menggambarkan rute yang dilalui  wanita ketika sedang berbelanja di supermarket. Rutenya begitu ruwet,tidak teratur. Sedangkan rute bagi laki-laki begitu simple. Mungkin ya kebanyakan wanita seperti itu. Saya sendiri pernah menemani seorang teman berbelanja juga lama sekali. Tujuannya beli barang A, barang tersebut sudah didapat ya saya pikir langsung pulang eh masih muter muter ke rak mana mana. Say berpikir ,ngapain ya itu orang? bukannya barang A sudha didapat ? hadeuh,capek saya  haha.sayang banget waktuku saya buat kayak gitu. . Saya juga gak habis pikir kenapa orang (utamanya wanita ) suka sekali menghabiskan waktu hanya untuk membeli satu dua barang . Saya  belanja 3 troli paling setengah jam. Kalaupun agak lama itu karena antri di kasir atau memang kasir butuh waktu lebih banyak untuk menghitung barang sebanyak itu. Tapi ya..beda orang,beda pola pikir ya. Kita hargai saja hehe.

Tapi mengingat emak emak itu sepertinya butuh waktu lebih dari 24 jam agar pekerjaannya bisa selesai maka sebaiknya kita menggunakan waktu sehemat mungkin hehe,terlebih dalam hal berbelanja.Saya ada tips supaya kita bisa berhemat waktu ketika berbelanja . Karena saya paling gak suka berlama lama berbelanja maka saya akan sharing ajah ya di sini

1. Rencana . Gagal membuat rencana berarti merencanakan kegagalan,begitu kata orang bijak. Nha dalam urusan belanja ini sebaiknya juga ada rencana .Misalnya ketika belanja harian,sebelum berangkat ke warung,saya sudah punya rencana hari ini masak soto maka saya harus membeli bahan A,bahan B. Nanti saya  berangkat belanja pukul sekian dan  tiba di warung langsung menuju rak bagian bahan A,lalu bahan B selanjutnya bla bla...bayar. selesai. Bayangkan kalau tanpa rencana, pasti bingung,masak apa ya? pada akhirnya kita akan lebih lama di warung tersebut. Kasihan juga ibu ibu yang lain yang mau belanja ,penuh kan warungnya hehe.

2. Rencana B . Planning B itu harus selalu ada menurut saya. Untuk kasus berbelanja tadi ,contohnya seperti ini, Kalau bahan A di warung tersebut tidak ada...saya akan lanjut ke Warung satu lagi, lalu dipikirkan jalan mana yang harus dilalui untuk ke warung lain. Karena saya pernah tidak membuat planning B  ini, pada akhirnya agak kacau juga. Bahkan untuk menu apa yang akan dimasak, biasanya saya juga punya 2 rencana. Ya apes apesnya,mau masak soto ganti jadi masak telur cepok hahaha.

gambar dari behac.com
3. Hafalkan letak barang dan rute  . Ini kebiasaanku yaitu menghafal letak barang jadi sangat memudahkan kita ketika belanja. Kalau di warung kadang penjual sedang melayani pembeli lain. Daripada nunggu diambilkan atau pake tanya,saya memilih ke tempat barang tersebut,ambil dan bayar . Apalagi di supermarket yang penataan barangnya lebih rapi sesuai jenis dan kegunaan. Tentu lebih memudahkan kita lagi namun kebanyakan ibu ibu malah muter muter ya kalau di supermarket hehe. Kalau belanja bulanan di supermarket wholesale saya urutkan rutenya ,pertama ke rak /etalase alat cuci, alat mandi,dan sejenisnya. lanjut ke bahan kue, dst . nha yang terakhir ,ke rak yang dekat dengan kasir jadi kita gak mencelat sana mencelat sini, itu menghabiskan waktu banget hehe. Rak/ etalase yang memang barangnya tidak akan saya beli,tidak akan saya datangi kecuali memang untuk keperluan survei harga .  selain hemat waktu juga untuk meredam lapar mata jadi bisa hemat uang juga.

4. Mencatat item yang akan dibelanja. Nha urusan mencatat ini ,selain mempersingkat waktu kita juga menghemat . Saya,sih gak pakai catatan fisik (kalaupun pakai hanya kadang kadang)  tapi saya ingat ingat ,saya fokus dengan rencana awal yaitu ketika ke sebuah toko itu mau belanja apa,apa,dan apa.  Hal ini untuk barang konsumsi ya. kalau untuk dijual, meleset sedikit dari rencana itu sering soalnya niatnya kulak barang A,eh ternyata barang C yang tempo hari habis sudah restok jadi sekalian dibeli deh.

gambar dari http://uanggg.blogspot.co.id/
5. Libatkan anggota keluarga . Saya kalau belanja ke supermarket,saya bagi tugas. Si Danu ke bagian sabun, ambil sabun cuci piring,cuci lantai dst dst . saya ke bagian bumbu, dst dst. Nanti ketemu di titik ini bla bla..dengan begitu waktu belanja bisa lebih singkat dibanding ke rak sabun sekeluarga, ke rak bumbu sekeluarga .

6. Usahakan memilih waktu yang sepi. Saya banget ini ,kalau ke pasar milih habis subuh,pagi buta sebuta butanya hehe. Ke supermarket juga pagi pagi jadi begitu toko buka, kita masuk ,ambil ambil barang ke kasir yang belum ada antrian. Ke warung pun demikian, pagi pagi sekali. Kadang sayuran baru dirapikan ,saya sudah stand bye di warung . Meskipun kita belanja di waktu orang ramai belanja kebutuhan bulanan,biasanya akhir bulan sampai awal bulan  (saat pegawai gajian) tapi kalau memlih waktu pagi, kita tidak akan terlalu lama mengantre. Kelebihan lain belanja di pagi hari maka barang seperti sayuran masih fresh.

Sepertinya itu dulu ya. Nanti kalau ada yang perlu ditambahkan akan ditambahkan insya allah. Semoga manfaat yaaa.

Jumat, 29 Januari 2016

Memanfaat Sisa Air Rebusan Ayam atau Daging (Air Kaldu)

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Pernah gak merebus ayam trus ada sisa air rebusannya? Pasti pernah,ya. Jangan dibuang,yaa karena bisa dimanfaatkaan. Enak banget malah hehe. Oh ya,biasanya air rebusan ini tersisa kalau merebusayamnya dalam jumlah banyak. Kalau sedikit biasanya airnya sedikit saja jadi ketika matang,nyaris gak ada sisa. Atau kalau merebusnya sambil ditinggal jualan ,jangankan sisa,yang ada gosong wkwkwk.



Ini beberapa kebiasaan yang saya  lakukan terhadap sisa rebusan ayam. Boleh dicoba,kok dijamin suka.



1. Untuk merebus tempe atau tahu sebelum digoreng. Tahu atau tahu akan lebih spicy kalau sebelum digoreng direbus dulu dengan air kaldu. gurih gurih gimanaaa gitu. Dimakan paakai sambal bawang aja sedap banget,apaalagi nasinya pulen dan hangat. Musim hujan pulak. Aih lafar emaaaakkk.


2. Untuk tambahan kuah soto. Dijamin akan berkaldu banget kuah sotonyaa kalau dikasih air sisa rebusan ayam. Gak perlu tambahan MSG,deh kalau masak soto berkaldu gini. Sudah gurrrriiih banget.


3. Untuk Tumisan. Tumisan sayur atau apapun yang bisa diberi air kaldu ini lalu dimasak hingga airnya mengering . Skip MSG ,deh kalau sudah pakai air kaldu ini.



4. Buat masak nasi berbumbu tapi disaring dulu ya kalau buat masak nasi berbumbu.


Nha kalau belum dipakai, simpan dengan baik air kaldu. Bisa dimasukan ke dalaam wadah tertutup lalu dimasukkan ke kulkas. kalau saya tarih dipanci aja dan setiaap hari diangetin soalnya kulkasku rusak hehehe.

Semoga bermanfaat,ya.

Rabu, 06 Januari 2016

Tips Menggoreng Telur Rebus

Bismillahirrahmaanirrahiim

Pernah menggoreng telur rebus lalu berkulitnya tidak merata dan bahkan meledak ledak? saya pernah hehe. Sampai dar der dor, muncrat kemana. Saya kerat pun tetap meledak yang berkulitnya blentong blentong gak rata, jelek juga tampilannya, bopeng bopeng gitu.

Nha supaya hasilnya berkulit mulus dan merata, tips berikut aku praktekan dan it works. Lebih cepet juga, gak pake meledak pula.

1. Setelah direbus, kupas telur. Cara ngupas biar cepat yaitu dengan memasukan telur ke sebuah wadah, bisa baskom atau panci lalu goyang goyangkan panci maka kulit telur akan retak ,mengelupas dan akhirnya mudah dipisahkan antara telur dan cangkangnya.


2. Panaskan minyak goreng hingga sangat sangat panas sekali. Minyak bisa banyak ,bisa sedikit. Lebih bagus banyak jadi telur tercelup minya semua. Dengan begitu,kita gak perlu membolak balik. Tapi karena minta mahal, gak tercelup semua juga bisa. ingat ya harus sangat sangat panas sekali. Sampai...berasap gitu,deh. Tapi jangan sampai terbakar,ya. Minyak goreng yang dipanaskan bisa saja terbakar. Saya peernah mengalaminya :D. Tapi itu karena lupa,memanaskan minyak goreng tapi ditinggal-tinggal.

3. Memasukan telur lebih baik jangan satu satu tapi pakailah alat penolong untuk memasukan telur secara bersamaan. Saya biasanya pake serokan. Telur yang dikupas saya letakkan di serokan lalu dituang ke wajan. Kalau minyaknya panas banget, biasanya ketika dimasukin telur akan tampak seperti berbusa. Semenit dua menit, telur sudah berkulit secara merata dan mulus. Kalau minyaknya sudah mencelup semua bagian telur maka tidak perlu dibalik tapi kalau ada bagian yang belum tercelup maka perlu dibalik.

Selamat Mencoba,ya.

Sabtu, 17 Oktober 2015

Tips Berhemat di Dapur

Bismillahirrahmanirrahiim


Terlepas dari kewajiban atau bukan, biasanya seorang istri atau ibu menjadi kepala urusan perdapuran dalam sebuah rumah tangga. Istri atau ibu menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam hal urusan perdapuran.Mulai dari mengatur uang belanja, penempatan alat masak, penyajian menu makan sehari-hari, hingga memasak dan menyajikan makanan lezat untuk keluarga.
Kenaikan harga kebutuhan pokok tentu sangat berefek kepada urusan perdapuran. Tidak sedikit ibu-ibu saling mengeluh atas mahalnya harga beras, ikan, daging, bumbu, dan sayuran. Atas kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut membuat uang belanja tidak lagi mencukupi. Kita memang bisa membicarakan mengenai kenaikan uang belanja kepada Sang kepala keluarga atau suami. Namun, tidak semua suami mampu memberikan kenaikan atau kalaupun mampu ,jumlah kenaikannya tidak sesuai dengan kenaikan harga barang. Tapi kehidupan harus tetap berjalan, perut harus tetap terisi maka di sinilah kita harus menemukan solusi cantik agar uang belanja dapat mencukupi. Berikut adalah solusi-solusi tersebut :

  1. Berbelanja ke pasar tradisional. Secara umum, harga-harga di pasar lebih murah daripada harga di warung,apalagi kalau pasar besar. Jadi,secara berkala,pergilah ke pasar untuk membeli kebutuhan pokok. Selisihnya sangat lumayan bila dibanding dengan harga di warung. Selain untuk menghemat, juga untuk menghidupkan pasar tradisional.
  2. Berbelanja dalam jumlah banyak lalu menyimpannya dengan baik,terutama untuk bahan-bahan makanan yang kering,seperti beras dan gula. Tentu banyaknya harus menyesuaikan dengan kapasitas penyimpanan. Biasanya, pedagang akan memberikan diskon bila kita berbelanja dalam jumlah banyak.
  3. Rajin mencari brosur promo sebuah toko atau supermarket. Biasanya supermarket mempunyai waktu-waktu khusus untuk mengadakan promo penjualan. Minyak goreng, daging sapi, susu, beras, dan beberapa kebutuhan lainnya seringkali saya dapatkan dengan harga diskon. Selisihnya sangat lumayan. Biasanya, info-info promo penjualan tersebut terpasang di website supermarket yang bersangkutan.
  4. Ketika hendak berbelanja, catat apa saja yang hendak dibeli. Hal ini untuk menghindari pembelian bahan-bahan yang masih tersedia di rumah.
  5. Simpan dengan baik bahan makanan di tempat penyimpanan yang sesuai. Untuk beras, simpan dalam tempat khusus untuk penyimpanan beras. Untuk daging dan ikan,simpan dalam freezer. Bang merah dan bawang putih bisa dijemur secara berkala agar tidak lembab dan membusuk. Cabai dan tomat bisa disimpan dalam kulkas dan dibungkus kertas dan plastik terlebih dahulu agar lebih awet.Atau bisa disimpan di kotak penyimpanan khusus bumbu lalu kita tata sedemikian rupa di dalam kulkas. Selain lebih awet, kulkas juga akan rapi.
  6. Harga sayuran bumbu biasanya naik ketika musim hujan. Di saat kemarau kita bisa membuat cabai kering yang dapat kita gunakan dalam jangka waktu lama atau ketika harga cabai sedang meninggi seperti saat ini.
  7. Ketika memasak, kita dapat mencampur bahan makanan yang satu dengan yang lain agar hemat. Misalnya, ketika tiba saatnya memasak daging , kita bisa menambahkan kacang merah atau sayuran. Dengan demikian, kita tidak memerlukan banyak daging karena sudah ada tambahan bahan makanan lainnya.
  8. Menanam sendiri untuk beberapa sayuran dan bumbu. Misalnya menanam cabai, tomat,dan bayam. Manfaatkan area tanah yang ada atau tanamlah dalam pot. Carilah informasi memanam dalam pot di internet atau dari buku-buku.
  9. Menahan diri dari membeli hal-hal yang tidak terlalu urgen,misalnya obralan peralatan dapur di pasar. Kecuali memang benar-benar diperlukan
  10. Membuat bumbu dasar yang dihaluskan dengan blender lalu menyimpannya dalam wadah tertutup lalu letakkan kulkas. Ada 3 bumbu dasar dalam memasak yaitu bumbu putih, bumbu kuning, dan bumbu merah. Membuat persediaan bumbu dasar dapat menghemat bahan dan waktu.
  11. Berdoa selalu kepada Allah agar kita selalu diberi kemampuan untuk membeli bahan-bahan makanan yang kita butuhkan, semahal apapun itu. Dan tidak lupa bersyukur selalu.